Permasalahan :
Siapapun di dunia ini pasti menginginkan tubuhnya sehat dan bugar. Karena ketika seseorang mempunyai banyak uangpun tetapi tidak mempunyai kesehatan, tentu hal tersebut tidak berarti apa-apa. Gaya hidup tak sehat zaman modern ini mempunyai banyak hal yang mengundang masalah kesehatan. Seperti merokok, minum-minuman keras bahkan ngebut-ngebutan dijalan dapat mengundang berbagai keluhan kesehatan. Jika kesehatan sudah terancam, maka harus diperiksa dengan segera sebelum penyakitnya memburuk. Ketepatan suatu diagnosa akan sangat membantu dalam penanganan terapi suatu penyakit, oleh karena itu dibutuhkan fasilitas yang dapat menunjang prosedur tersebut.
Solusi :
Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan teknologi yang lebih canggih yaitu CT-Scanner (Computed Tomography Scanner) yang merupakan modalitas radioagnostik dengan menggunakan radiasi nuklir seperti neutron, sinar gamma dan sinar-x. CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak. CT Scan merupakan alat penunjang diagnosa yang mempunyai aplikasi yang universal untuk pemeriksaan seluruh organ tubuh, seperti susunan saraf pusat, otot dan tulang, tenggorokan, rongga perut. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan, yaitu gambaran lesi dari tumor, hematoma dan abses. Algoritma yang digunakan dalam merekontruksi gambar ada 3 pada CT kepala, cervikal dan tulang belakang, yaitu algoritma standar, bone algoritma dan detail algoritma. Komponen dasar pada CT Scan yaitu komputer, gantry dan meja pemeriksaan (couch), dan system console.
Proses pembetukan gambar pada CT Scan:
1) Akuisisi data, berarti kumpulan hasil perhitungan transmisi sinar-X setelah melalui tubuh pasien. Sekali sinar-X menembus pasien, berkas tersebut diterima oleh detektor khusus yang menghitung nilai transmisi atau nilai atenuasi (penyerapan).
2) Rekontruksi data, setelah detektor mendapatkan perhitungan transmisi yang cukup, data dikirim ke komputer menggunakan teknik matematika khusus untuk merekontruksi gambar. Tahap tersebut dinamakan rekontruksi algoritma yang dipakai oleh Hounsfield dalam mengembangkan CT Scan pertama dikenal dengan algebraic reconstruction technique.
3) Tampilan gambar, manipulasi, penyimpanan, perekaman dan komunikasi. Kemudian hasil gambar tersebut bisa ditampilkan dan disimpan untuk nantinya dianalisis ulang. Monitor bersatu dengan konsul kontrol yang memungkinkan radiografer (operatur konsul) dan radiologis (physician konsul) memanipulasi, menyimpan dan merekam gambar.
Sumber :
http://sahabatafterego.blogspot.co.id/2013/11/computed-tomography-ct-scan_6.html
http://topankrisna22radiology.blogspot.co.id/2016/04/ct-scan.html

0 komentar:
Posting Komentar